Bucephalus: The Horse That Conquered the World

Bucephalus: The Horse That Conquered the World

A short story about Bucephalus, the black horse that Alexander the Great rode through many battles to create one of the largest empire of the time.


喜欢看古希腊历史的人一定知道布西发拉斯(Bucephalus)的故事。布西发拉斯是什么?它是古代最知名的真实马匹之一。为什么他很出名呢?


第一是因为布西发拉斯是亚历山大大帝(Alexander The Great)的爱马。如果你读过古希腊的历史,你会发现亚历山大大帝是从来没被击败,也是世界上最伟大的将军之一。


第二是年轻亚历山大驯服布西发拉斯的故事。虽然布西发拉斯是体格雄伟,精神刚烈的一匹马,但是没有人能驯服。这是因为布西发拉斯很凶,根本无法驾驭。


但亚历山大的父亲,腓力二世(Philip II),想要放弃它的时候,亚历山大跟父亲打赌:如果亚历山大无法驯服布西发拉斯的话,自己就要用自己的钱买下它。


然后,亚历山大走到布西发拉斯的旁边,马上把马的头转到正对阳光处。布西发拉斯竟然就停下来了。亚历山大观察到它是被自己的影子的晃动而感到惶恐的。


亚历山大接着用手轻轻地抚它的背部,然后跳上了马背。当初很多人担心亚历山大的安危,但当亚历山大和布西发拉斯一起到处跑,所有人都为他们喝采。腓力二世还跟亚历山大说:「儿子!去找一个配得上你的王国吧!马其顿对你来说实在太小了。」


腓力二世的话变成了现实。亚历山大在三十岁的时候,与布西发拉斯的陪伴,建立了当时疆域最大的帝国。



喜歡看古希臘歷史的人一定知道布西發拉斯(Bucephalus)的故事。發拉斯是什麼?它是古代最知名的真實馬匹之一。為什麼他很出名呢?


第一是因為布西發拉斯是亞歷山大大帝(Alexander The Great)的愛馬。如果你讀過古希臘的歷史,你會發現亞歷山大大帝是從來沒被擊敗,也是世界上最偉大的將軍之一。


第二是年輕亞歷山大馴服布西發拉斯的故事。雖然布西發拉斯是體格雄偉,精神剛烈的一匹馬,但是沒有人能馴服。這是因為布西發拉斯很兇,根本無法駕馭。


但亞歷山大的父親,腓力二世(Philip II),想要放棄它的時候,亞歷山大跟父親打賭:如果亞歷山大無法馴服布西發拉斯的話,自己就要用自己的錢買下它。


然後,亞歷山大走到布西發拉斯的旁邊,馬上把馬的頭轉到正對陽光處。布西發拉斯竟然就停下來了。亞歷山大觀察到它是被自己的影子的晃動而感到惶恐的。


亞歷山大接著用手輕輕地撫它的背部,然後跳上了馬背。當初很多人擔心亞歷山大的安危,但當亞歷山大和布西發拉斯一起到處跑,所有人都為他們喝采。腓力二世還跟亞歷山大說:「!兒子去找一個配得上你的王國吧馬其頓對你來說實在太小了。」


腓力二世的話變成了現實。亞歷山大在三十歲的時候,與布西發拉斯的陪伴,建立了當時疆域最大的帝國。


 


Those who like to read the history of ancient Greece must have known the story of Bucephalus. What is Bucephalus? It is one of the most famous real horses in ancient times. Why is it famous?


The first is because Bucephalus is the favorite horse of Alexander The Great. If you have read the history of ancient Greece, you will find that Alexander the Great has never been defeated, and he is also one of the greatest generals in the world.


The second is the story of young Alexander taming Bucephalus. Although Bucephalus had an imposing physique and was full of vigor, no one could tame it. This was because Bucephalus was fierce and could not be controlled at all.


But when Alexander's father, Philip II, wanted to give it up, Alexander made a bet with his father: If Alexander couldn't tame Bucephalus, he would buy it with his own money.


Then Alexander walked to the side of Bucephalus and immediately turned the horse's head towards the sun. To one's surprise, Bucephalus stopped. Alexander observed that Bucephalus was terrified by its own shadow's movement.


Alexander then gently stroked Bucephalus' back with his hand and jumped onto the horse. In the beginning, many people worried about the safety of Alexander, but when Alexander and Bucephalus ran around, everyone applauded them. Philip II also said to Alexander: 「Son! Go find a kingdom worthy of yours! Macedonia is too small for you.」


The words of Philip II became a reality. At the age of thirty, Alexander, with the companionship of Bucephalus, established the largest empire of the time.



Mereka yang suka membaca sejarah Yunani kuno pasti mengetahui kisah Bucephalus. Apa itu Bucephalus? Ini adalah salah satu kuda nyata yang paling terkenal di zaman kuno. Kenapa dia terkenal?


Yang pertama adalah karena Bucephalus adalah kuda favorit Alexander The Great. Jika Anda pernah membaca sejarah Yunani kuno, Anda akan menemukan bahwa Alexander The Great tidak pernah terkalahkan, dan dia juga merupakan salah satu jenderal terhebat di dunia.


Yang kedua adalah kisah Alexander muda yang menjinakkan Bucephalus. Meskipun Bucephalus adalah kuda yang memiliki fisik mengesankan dan penuh dengan semangat, tidak ada yang bisa menjinakkannya. Ini karena Bucephalus sangat liar dan tidak bisa dikendalikan sama sekali.


Tetapi ketika ayah Alexander, Philip II, ingin menyerah, Alexander bertaruh dengan ayahnya: Jika Alexander tidak bisa menjinakkan Bucephalus, ia akan membelinya dengan uangnya sendiri.


Kemudian Alexander berjalan ke sisi Bucephalus dan segera memutar kepala kuda itu sehingga menghadap ke matahari. Bucephalus tiba-tiba berhenti. Alexander mengamati bahwa Bucephalus takut dengan goyangan bayangannya sendiri.


Alexander kemudian dengan lembut membelai punggung Bucephalus dengan tangannya dan melompat ke atasnya. Pada awalnya banyak orang khawatir dengan keamanan Alexander, tetapi ketika Alexander dan Bucephalus berlarian bersama, semua orang bertepuk tangan untuk mereka. Philip II juga berkata kepada Alexander: 「Nak! Pergilah temukan kerajaan yang layak untukmu! Makedonia terlalu kecil untukmu.」


Kata-kata Philip II menjadi kenyataan. Pada usia tiga puluh, Alexander, ditemani oleh Bucephalus, mendirikan kerajaan terbesar di masa itu.



The photo is taken from here.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top