China Faces Surgical Mask Shortage amid Coronavirus Outbreak

China Faces Surgical Mask Shortage amid Coronavirus Outbreak

For your information, China is already the biggest producer of surgical masks in the world.

Simplified Chinese

随着武汉肺炎疫情持续蔓延,中国人民都纷纷抢购口罩来做自己保护。这导致口罩供不应求的情况。不但中国,其他有发生武汉肺炎的国家也开始缺少口罩了。

根据报导,目前中国和土耳其签了合同。合同内容就是口罩生产订购。为应对新型冠状病毒,中国已经从土耳其订购了两亿个口罩。公司业主说:「我们目前工作24小时来满足需求,一天轮班三次,周日不休班。」

「我们很惊讶。中国已经是世界上口罩生产量最多的国家之一。土耳其一年才生产1.5亿口罩,但中国现在要我们生产两亿口罩。这是非常大的数字。」

有些国家也开始禁止出口口罩。这是因为国家要保护本国的口罩供应能力,也预防口罩价格飙升。

Traditional Chinese

隨著武漢肺炎疫情持續蔓延,中國人民都紛紛搶購口罩來做自己保護。這導致口罩供不應求的情況。不但中國,其他有發生武漢肺炎的國家也開始缺少口罩了。

根據報導,目前中國和土耳其簽了合同。合同內容就是口罩生產訂購。為應對新型冠狀病毒,中國已經從土耳其訂購了兩億個口罩。公司業主說:「我們目前工作24小時來滿足需求,一天輪班三次,週日不休班。」

「我們很驚訝。中國已經是世界上口罩生產量最多的國家之一。土耳其一年才生產1.5億口罩,但中國現在要我們生產兩億口罩。這是非常大的數字。」

有些國家也開始禁止出口口罩。這是因為國家要保護本國的口罩供應能力,也預防口罩價格飆升。

English Translation

As a result of the continued spread of the Wuhan pneumonia, the citizens of China, one after the other, frenetically buy surgical masks to protect themselves. This has led to a shortage of masks. Not only China but also other countries where the Wuhan pneumonia virus has spread, have started to lack surgical masks.

According to news reports, China and Turkey have now signed a contract. The content is a contract about an order for the production of surgical masks. In response to the novel coronavirus, China has already placed an order of two hundred million surgical masks from Turkey. The business owner says: “We now work around the clock to meet the requirements, with three shifts a day, not taking a break on Sundays.”

“We are very surprised. China is already one of the biggest producer of surgical masks in the world. Turkey only produces 150 million surgical masks per year, but now China wants us to produce 200 million surgical masks. This is a very big number.”

Some countries have forbidden the export of surgical masks. That is because countries need to protect their own capability to offer surgical masks, and also to prevent the price of surgical masks skyrockets.

Indonesia Translation

Sebagai akibat dari pneumonia Wuhan yang terus menyebar, warga Tiongkok berebutan membeli masker bedah untuk melindungi diri sendiri. Ini menyebabkan krisis masker (karena permintaan masker tidak dapat terpenuhi). Tidak hanya Tiongkok, negara-negara lain yang terkena pneumonia Wuhan, juga sudah mulai kekurangan masker bedah.

Menurut laporan berita, Tiongkok dan Turki kini telah menandatangani kontrak. Isi dari kontrak tersebut adalah pemesanan untuk pembuatan masker bedah. Untuk menghadapi virus corona, Tiongkok telah memesan 200 juta masker bedah dari Turki. Pemilik bisnis mengatakan: "Kami sekarang bekerja 24 jam sehari untuk memenuhi permintaan, dengan tiga shift sehari, dan tidak mengambil istirahat pada hari Minggu."

“Kami sangat terkejut. Tiongkok telah menjadi salah satu produsen masker bedah terbesar di dunia. Turki hanya memproduksi 150 juta masker bedah dalam satu tahun, tetapi sekarang Tiongkok ingin kita menghasilkan 200 juta masker bedah. Ini jumlah yang sangat besar.”

Beberapa negara mulai melarang ekspor masker bedah. Itu karena negara-negara tersebut perlu melindungi kemampuan suplai masker bedah mereka sendiri, dan juga untuk mencegah harga masker bedah meroket.

Photo source here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top